Masalah kesehatan mental pada mahasiswa terus mengalami peningkatan. Kasus kesehatan mental yang tidak teridentifikasi dan dikelola secara memadai akan menimbulkan implikasi negatif bagi mahasiswa. Dalam hal ini, promosi kesehatan mental pada mahasiswa sangat penting dan universitas memainkan peran penting dalam meningkatkan penanganan kesehatan mental di kalangan mahasiswa dengan menyediakan cara-cara yang efektif, mudah diakses dan terjamin kerahasiaannya untuk mendeteksi, mencegah dan mengatasi gangguan mental umum pada mahasiswa. Intervensi berbasis internet untuk menangani gejala cemas dan depresi bisa menjadi alternatif solusi. Oleh karena itu, ada kebutuhan untuk menguji kelayakan intervensi internet berbasis transdiagnostik yang telah diadaptasi dengan budaya Indonesia untuk menangani gejala depresi dan atau kecemasan pada mahasiswa di Indonesia.
Saya, Metta Rahmadiana, MSi.,Psi, peneliti utama yang berada di bawah supervisi, Prof. DR. Heleen Riper, Prof DR. Pim Cuijpers dari Faculty of Behavioral and Movement Science, Vrije Universiteit (VU), Amsterdam, The Netherlands dan Ibu Supra Wimbarti, PhD dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada akan melakukan penelitian berjudul Studi Kelayakan: Adaptasi Budaya terhadap Intervensi Internet berbasis Transdiagnostik untuk menangani Gejala Kecemasan dan Depresi pada Mahasiswa (Culture Adapted Guided Internet based Transdiagnostic Intervention for University Students in Indonesia with Symptoms of Anxiety and/or Depression. A Feasibility Study). Penelitian ini disponsori oleh LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).
Semua informasi yang berkaitan dengan identitas partisipan penelitian akan dirahasiakan dan hanya akan diketahui oleh peneliti utama. Apabila hasil penelitian akan dipublikasikan, tidak akan mencantumkan identitas partisipan penelitian.
Manfaat keikutsertaan dalam penelitian ini adalah partisipan dapat mengenali gejala kecemasan dan atau depresi serta memahami pentingnya bantu diri (self-help) untuk memperoleh kesejahteraan dan kesehatan mental serta pencapaian akademis sebagai mahasiswa.
Penyelesaian sesi/modul intervensi internet dapat menyebabkan peningkatan kecemasan dan atau depresi yang sifatnya ringan (mild).
Namun demikian, dari berbagai penelitian yang ada, diketahui tidak ada resiko dan atau efek samping yang berat dari aktivitas penggunaan intervensi internet.
Partisipan akan mendapat insentif jika menyelesaikan keseluruhan sesi 1-8.